banner 728x250
Daerah  

Uptd Persampahan Wil II DLH Kabupaten Bekasi, Bersihkan Ratusan Ton Sampah Di Kolong Tol Japek 

 Kabupaten Bekasi – Dampak terbawa arus, ratusan ton sampah menumpuk sehingga menyumbat arus aliran kali Jambe tepatnya di belakang rest area Km 19 tol Jakarta – Cikampek, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat sejak beberapa hari terakhir.

Tumpukan sampah yang didominasi oleh sampah plastik rumah tangga itu mengakibatkan arus air di aliran kali jambe tersumbat, dikhawatirkan akan menyebabkan terjadi banjir saat hujan turun.

Sampah-sampah tersebut merupakan kiriman yang terbawa arus saat hujan mengguyur wilayah hulu beberapa waktu terakhir, sehingga menumpuk dan menyumbat di beberapa titik sepanjang bantaran kali Jambe.

Kepala UPTD Persampahan wilayah II Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Sumardi mengatakan, guna mengangkat tumpukan sampah tersebut pihaknya mengerahkan 2 unit alat berat jenis long arm dan jenis ampibi milik Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi.

“Selain alat berat, kita menyiapkan lebih dari belasan truk pengangkut sampah yang digunakan mengangkut sampah ke TPA Burangkeng, kami prediksi sampah ini baru bisa kita selesaikan pembersihan hingga 4 hari kedepan,” ujar Sumardi saat ditemui di lokasi pengangkatan sampah, Sabtu (4/11/23).

Dari pantauan di lokasi, diprediksi ada sekitar lebih dari 100 ton sampah yang menumpuk di lokasi tersebut. Selain sampah rumah tangga, pedangkalan aliran kali jambe juga di khawatirkan akan menyebabkan terjadi banjir yang mengancam ruas jalan tol Jakarta – Cikampek dan pemukiman warga.

“Dampaknya bisa jadi banjir jalan tol dan rumah-rumah warga, maka kami bersihkan sebelum musim penghujan nanti,” ungkapnya.

Sumardi menyebut, dalam kurun waktu satu bulan terakhir pihaknya telah melakukan pengangkatan sampah di 4 titik yang ada di sepanjang aliran kali Jambe.

“Sesuai dengan moto kami Dinas Lingkungan Hidup Tancap Gas dalam penanganan sampah di kali, jadi kita pembersihan sebagai antisipasi mengahadapi musim hujan yang diprediksi sebentar lagi,” kata Sumardi.

Kata Sumardi, minimnya kesadaran masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai atau kali, menjadi faktor utama kerap terjadi tumpukan sampah di aliran Kali Jambe.

“Kami bersama semua pihak selalu memberikan edukasi kepada masyarakat, untuk tidak lagi membuang sampah sembarang terutama di aliran Kali Jambe Ini, apalagi dari wilayah hulu, tetapi masih minim kesadaran masyarakat” tutupnya(biz). – Dampak terbawa arus, ratusan ton sampah menumpuk sehingga menyumbat arus aliran kali Jambe tepatnya di belakang rest area Km 19 tol Jakarta – Cikampek, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat sejak beberapa hari terakhir.

Tumpukan sampah yang didominasi oleh sampah plastik rumah tangga itu mengakibatkan arus air di aliran kali jambe tersumbat, dikhawatirkan akan menyebabkan terjadi banjir saat hujan turun.

Sampah-sampah tersebut merupakan kiriman yang terbawa arus saat hujan mengguyur wilayah hulu beberapa waktu terakhir, sehingga menumpuk dan menyumbat di beberapa titik sepanjang bantaran kali Jambe.

Kepala UPTD Persampahan wilayah II Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Sumardi mengatakan, guna mengangkat tumpukan sampah tersebut pihaknya mengerahkan 2 unit alat berat jenis long arm dan jenis ampibi milik Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi.

“Selain alat berat, kita menyiapkan lebih dari belasan truk pengangkut sampah yang digunakan mengangkut sampah ke TPA Burangkeng, kami prediksi sampah ini baru bisa kita selesaikan pembersihan hingga 4 hari kedepan,” ujar Sumardi saat ditemui di lokasi pengangkatan sampah, Sabtu (4/11/23).

Dari pantauan di lokasi, diprediksi ada sekitar lebih dari 100 ton sampah yang menumpuk di lokasi tersebut. Selain sampah rumah tangga, pedangkalan aliran kali jambe juga di khawatirkan akan menyebabkan terjadi banjir yang mengancam ruas jalan tol Jakarta – Cikampek dan pemukiman warga.

“Dampaknya bisa jadi banjir jalan tol dan rumah-rumah warga, maka kami bersihkan sebelum musim penghujan nanti,” ungkapnya.

Sumardi menyebut, dalam kurun waktu satu bulan terakhir pihaknya telah melakukan pengangkatan sampah di 4 titik yang ada di sepanjang aliran kali Jambe.

“Sesuai dengan moto kami Dinas Lingkungan Hidup Tancap Gas dalam penanganan sampah di kali, jadi kita pembersihan sebagai antisipasi mengahadapi musim hujan yang diprediksi sebentar lagi,” kata Sumardi.

Kata Sumardi, minimnya kesadaran masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai atau kali, menjadi faktor utama kerap terjadi tumpukan sampah di aliran Kali Jambe.

“Kami bersama semua pihak selalu memberikan edukasi kepada masyarakat, untuk tidak lagi membuang sampah sembarang terutama di aliran Kali Jambe Ini, apalagi dari wilayah hulu, tetapi masih minim kesadaran masyarakat” tutupnya(biz).