banner 728x250
Daerah  

Kades Jayamukti dan Batching Plant Gerak Cepat Lakukan Penyiraman Jalan Tegal Danas Darurat Debu

Kabupaten Bekasi – Warga Kampung Tegal Danas, Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, memasang spanduk bertuliskan “Darurat Debu” pada akhir Juli 2026 sebagai bentuk protes terhadap kondisi Jalan Tegal Danas yang dipenuhi debu.

‎Debu tersebut diduga berasal dari ceceran material beton yang jatuh dari truk molen milik sejumlah batching plant yang setiap hari melintas untuk menyuplai proyek di kawasan industri. Material cor yang tercecer di badan jalan mengering, kemudian hancur menjadi debu sehingga menyelimuti ruas Jalan Tegal Danas yang menjadi akses menuju kawasan GIIC Deltamas dan Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi.

‎Kondisi itu dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu kesehatan akibat debu yang beterbangan, sekaligus membahayakan keselamatan pengguna jalan.

‎Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Pemerintah Desa Jayamukti bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama pengelola batching plant yang beroperasi di sekitar Jalan Kalimalang dan Tegal Danas.

‎Kepala Desa Jayamukti, Iwan Gepeng, mengatakan pihak batching plant telah memenuhi permintaan pemerintah desa untuk melakukan penyiraman jalan secara rutin guna mengurangi debu.

‎”Kami sudah meminta seluruh batching plant yang beroperasi di sekitar Jalan Kalimalang dan Tegal Danas untuk melakukan penyiraman jalan sebanyak tiga kali sehari. Alhamdulillah, mereka langsung merespons dan melaksanakan penyiraman sesuai instruksi,” ujar Iwan Gepeng.

Selain pemerintah desa, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi.Mereka melakukan penyelidikan, memeriksa aspek perizinan sejumlah batching plant, serta menurunkan mobil tangki air untuk membantu penyiraman jalan sebagai upaya mengurangi dampak debu terhadap masyarakat.

‎Pemerintah berharap langkah cepat tersebut dapat menjadi solusi sementara sembari dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas operasional batching plant agar persoalan debu di Jalan Tegal Danas tidak kembali terjadi.

‎Warga pun berharap pengawasan terhadap kendaraan pengangkut material semakin diperketat sehingga ceceran beton tidak lagi mengotori jalan dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan lebih aman, nyaman, dan sehat(shil).