Kabupaten Bekasi – Calon Kepala Desa Setiamekar terpilih, Kasan Abdullah, mengajak seluruh masyarakat untuk kembali bersatu setelah pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Bekasi yang digelar pada 20 September 2026.
Kasan menyampaikan pesan tersebut saat menyapa warga di Rt 11 Rw 10 usai dinyatakan meraih suara terbanyak dalam Pilkades Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi
Dalam kesempatan itu,Kasan menegaskan bahwa kemenangan dalam Pilkades bukan menjadi alasan untuk mempertahankan sekat maupun perbedaan yang muncul selama proses pemilihan.
“Ya, konsolidasi bersama untuk membangun Setiamekar ke depan yang lebih baik,” kata Kasan.
Menurutnya, harapan masyarakat harus menjadi landasan untuk membangun persatuan di Desa Setiamekar. Ia meminta seluruh pihak menghilangkan perbedaan dan kembali menjadi satu kesatuan sebagai warga desa.
“Harapan saya dan harapan semua masyarakat, tidak ada lagi tentang perbedaan di antara kita. Hilangkan. Dengan bismillah, kita nyatakan persatuan dan kesatuan masyarakat Setiamekar harus terwujud,” ujarnya.
Kasan juga mengungkapkan perjuangan selama proses Pilkades yang berlangsung cukup padat. Ia menyebut dirinya bersama tim harus menjalani berbagai kegiatan dan menyapa masyarakat hampir setiap hari.
“Memang terasa, kalau ada di sini empat bulan dengan waktu yang begitu padat. Ketua tim sampai kurus mengikuti saya tiap malam, tiap hari. Siang malam, bahkan pernah dari pagi ke sana kemari,” ungkapnya.
Alih – alih beristirahat setelah memenangkan Pilkades, Kasan justru mengaku semakin banyak menerima undangan dari masyarakat.
Ia menceritakan, sebelum pemungutan suara, kegiatan bersama warga banyak dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil berdasarkan lingkungan. Namun setelah dinyatakan menang, undangan dari masyarakat justru semakin banyak.
“Kemarin kelompok per RW, kelompok dua RT, satu jadi satu kelompok, keluarga besar tiga, keluarga besar empat jadi satu. Lalu sekarang hampir tiap warga undang saya,” katanya.
Kasan bahkan mengaku sempat mendapat pertanyaan dari warga mengenai sampai kapan dirinya harus memenuhi berbagai undangan tersebut.
“Ada yang nanya, Pak, batas waktu ini sampai kapan? Saya juga nggak tahu sampai kapan,” ujarnya disambut suasana hangat warga.
Di sisi lain, Kasan menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Setiamekar yang telah ikut menjaga pelaksanaan Pilkades berjalan aman dan kondusif.
Menurut dia, situasi tersebut tidak terlepas dari peran seluruh elemen masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, yang sama-sama menjaga keamanan dan persatuan selama tahapan Pilkades.
“Itu apresiasi saya sampaikan kepada masyarakat semua. Itu bentuk syukur kita semua bahwa Pilkades ini telah berjalan dengan baik, dengan aman, dengan nyaman, dan tentunya dengan kondusif,” tutur Kasan.
Ia menyadari bahwa dinamika dan perbedaan pilihan selama Pilkades merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Namun, setelah pesta demokrasi desa selesai, seluruh perbedaan tersebut menurutnya harus diakhiri.
“Karena itu semua berkait peran serta kita semua, peran bapak-bapak, ibu-ibu, bagaimana menjaga kondusivitas itu terjadi. Rasa persatuan ini tentu menjadi hal yang memang harus, suka tidak suka, harus kita lakukan,” katanya.
Kasan juga menyinggung adanya ketegangan dan saling sindir yang mungkin terjadi selama masa Pilkades. Ia mengajak masyarakat tidak lagi memperpanjang persoalan tersebut.
“Kita tidak perlu mencari bagaimana itu terjadi. Sudah saja. Walaupun itu masih ada, masih mencak – mencak pertarungan kemarin masih ada, kita anggap kalau kayak luka, itu tinggal luka kecil saja, tinggal koreng-koreng saja,” ucapnya.
Menurut Kasan, persoalan selama kontestasi Pilkades jangan sampai berubah menjadi luka yang lebih dalam di tengah masyarakat.
“Kenapa? Supaya itu tidak menjadi luka dalam hati kita yang berdalam,” sambungnya.
Diketahui, Pilkades serentak Kabupaten Bekasi digelar pada 20 September 2026. Di Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kasan Abdullah berhasil mengungguli petahana calon kepala desa, Suryadi.
Usai kontestasi berakhir, Kasan menegaskan kembali pentingnya menyatukan masyarakat dan mengajak seluruh warga bersama-sama membangun Setiamekar ke depan(yada).








