banner 728x250
Daerah  

Perlombaan line Dance di Atas Salju di Gelar First Frozen Kingdom

Kota Bekasi – First Frozen Kingdom menghadirkan konsep berbeda dalam perlombaan line dance dengan menggelar kompetisi di atas salju,Kegiatan tersebut menjadi pengalaman unik bagi para peserta lantaran lomba line dance kali ini digelar di ruangan bersuhu dingin hingga mencapai minus 10 derajat Celsius.

Pemilik First Frozen Kingdom Dieng, Kartika Sari, mengatakan kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat maupun peserta.

“Perlombaan line dance kali ini 100 persen sukses. Animo masyarakat dan peserta benar-benar sangat antusias,” kata Kartika Sari.

Menurut Kartika, line dance merupakan tarian yang memiliki basis dari tarian Latin, seperti cha-cha, yang kemudian dikombinasikan menjadi gerakan tertentu.

Olahraga sekaligus aktivitas seni tersebut banyak diminati kalangan ibu-ibu, termasuk mereka yang sudah berusia lanjut.

“Line dance sebetulnya merupakan tarian yang basisnya dari tarian Latin, seperti cha-cha, yang kemudian dikombinasikan. Tarian ini banyak diikuti oleh ibu-ibu, tetapi tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang sudah berusia senja untuk mengikuti lomba seperti ini,” ujarnya.

Dalam perlombaan tersebut, terdapat sekitar 13 peserta yang ambil bagian. Sementara jumlah pengikut atau suporter mencapai sekitar 200 orang.

Kartika menjelaskan, konsep lomba line dance di atas salju merupakan gagasan yang sengaja dibuat untuk menghadirkan tantangan berbeda bagi peserta.

“Biasanya lomba line dance digelar di dalam maupun luar ruangan dengan suhu yang normal. Saya kemudian berpikir, bagaimana kalau line dance dilakukan di atas salju?” tuturnya.

Menurut dia, peserta tidak hanya dituntut menguasai gerakan line dance, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan suhu dingin selama perlombaan berlangsung.

“Dengan suhu yang cukup dingin, peserta lomba harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Itu yang menjadi tantangannya,” katanya.

Kartika menyebut lomba line dance dengan konsep salju tersebut menjadi yang pertama digelar di Indonesia.

“Ini pertama kali di Indonesia, bukan hanya di Bekasi. Karena di Indonesia tidak ada suhu dingin seperti ini,” ujarnya.

Dia mengatakan masyarakat yang ingin merasakan suhu hingga minus 10 derajat Celsius tidak perlu pergi ke luar negeri. Pengalaman tersebut dapat dirasakan di First Frozen Kingdom.

“Kalau ingin mendapatkan suhu sampai minus, biasanya harus ke luar negeri. Tetapi di Indonesia tidak perlu jauh-jauh. Langsung saja ke First Frozen Kingdom, karena kami menyuguhkan suhu hingga minus 10 derajat Celsius,” kata Kartika.

Dua Kategori

Dalam perlombaan tersebut, peserta dibagi ke dalam dua kategori, yakni beginner dan intermediate.

Kategori beginner diperuntukkan bagi peserta yang masih tergolong baru dalam line dance. Sementara kategori intermediate diikuti peserta yang memiliki kemampuan dan pengalaman lebih dalam menguasai gerakan line dance.

Untuk masing-masing kategori, panitia menyediakan juara pertama, kedua dan ketiga. Para pemenang mendapatkan hadiah berupa uang tunai.

Salah satu juri, Rian, mengatakan antusiasme para peserta dalam mengikuti perlombaan tersebut sangat tinggi.

“Sebenarnya antusias dari para line dancer sendiri sudah oke. Tinggal kalau untuk lomba, lebih diperhatikan lagi step-step-nya, kostumnya, kekompakannya,” ujar Rian.

Rian juga menilai konsep perlombaan di atas salju memberikan tantangan tersendiri bagi peserta.

Menurutnya, peserta harus beradaptasi dengan suhu dingin sekaligus kondisi permukaan tempat mereka menari yang terkadang licin.

“Kalau di tempat seperti ini baru pertama kali. Tapi luar biasa banget, ternyata antusiasnya banyak,” katanya.

“Untuk kesulitannya, mereka harus beradaptasi dengan udara atau suhunya, sama langkahnya juga, karena kadang agak licin,” sambungnya.

Meski demikian, Rian mengapresiasi semangat para peserta yang tetap tampil maksimal meski harus menari dalam kondisi dingin.

“Kalau untuk semangatnya luar biasa. Tapi kalau kekompakan, kembali lagi sama latihan mereka. Namun, semuanya pokoknya keren-keren. Mereka itu luar biasa sekali,” ujarnya.

Rian berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak peserta yang tertarik mengikuti line dance.

“Semoga memang bisa lebih berkembang lagi untuk para pesertanya. Tempat ini juga mungkin bisa menjadi pilihan untuk lain kali dijadikan tempat lomba, karena memang tantangannya lebih berat,” kata Rian.

Sementara itu, Kartika mengatakan pihaknya berencana kembali menggelar kegiatan tersebut dengan persiapan yang lebih matang.

Ia menyebut penyelenggaraan kali ini dipersiapkan dalam waktu sekitar satu bulan.

“Saya berusaha agar kegiatan ini tidak hanya digelar sekali. Kemungkinan besar akan kami adakan kembali dengan persiapan yang lebih matang, karena kali ini persiapannya hanya sekitar satu bulan,” pungkasnya.